JAKARTA - Riset terbaru dari BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menempatkan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebagai salah satu saham pilihan untuk perdagangan pekan ini setelah menunjukkan penguatan teknikal signifikan di pasar modal Indonesia. Rekomendasi ini muncul menyusul aksi breakout harga saham yang berhasil menembus level resistance, membuka peluang kenaikan lebih lanjut dalam jangka pendek.
Sentimen Korporasi dan Kepemilikan Saham
BRIDS menyampaikan bahwa rekomendasi positif terhadap saham BUMI sebagian besar didasarkan pada pengumuman perusahaan terkait struktur kepemilikan saham yang lebih jelas. Dalam catatan analis, persentase kepemilikan pengendali saham disebut mencapai 46,96 persen, dengan nama-nama besar di belakangnya, seperti Anthoni Salim dan Nirwan Dermawan Bakrie, disebut sebagai pemegang manfaat akhir. Hal ini dinilai meningkatkan transparansi bagi investor yang mempertimbangkan saham ini dalam portofolio mereka.
Selain itu, pengungkapan struktur kepemilikan ini mendapat respons positif di pasar, yang membantu memulihkan kepercayaan para pelaku pasar di tengah dinamika harga komoditas dan volatilitas sektor pertambangan yang masih tinggi. Penguatan sentimen korporasi semacam ini sering kali menjadi pemicu meningkatnya minat beli investor, terutama dalam saham-saham yang mengalami tekanan baru-baru ini.
Analisis Teknikal dan Strategi Harga Target
Secara teknikal, BRIDS mencatat bahwa saham BUMI berhasil keluar dari fase konsolidasi dan menembus level resistance, menandai momentum potensi tren naik dalam jangka pendek. Berdasarkan riset tersebut, kisaran pembelian yang direkomendasikan berada di sekitar Rp275 hingga Rp290 per saham, sementara target harga pertama dipatok pada level Rp302 dan target kedua di level Rp344. Stop loss disarankan jika harga turun di bawah Rp250, sebagai batas risiko bagi investor.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 13 Februari 2026, saham BUMI menunjukkan performa positif dengan kenaikan 8,15 persen, ditutup pada level Rp292. Aktivitas transaksi pun tercatat tinggi, dengan volume mencapai 1,65 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 186.756 kali, serta nilai transaksi mencapai Rp3,17 triliun, mencerminkan minat pasar yang kembali meningkat terhadap saham ini.
Peran Aktivitas Perdagangan dan Aksi Investor
Meskipun saham BUMI mengalami aksi jual bersih oleh investor asing sebesar Rp233,28 miliar, tren tersebut diimbangi oleh pembelian bersih dari salah satu broker besar yaitu UBS Sekuritas Indonesia, yang tercatat melakukan pembelian net buy sebesar Rp300,3 miliar. Aksi beli ini menjadi salah satu indikasi bahwa beberapa pelaku pasar institusional melihat peluang di tengah fluktuasi harga, terutama setelah sinyal breakout teknikal muncul.
Data lain dari pasar memperkuat gambaran aktivitas transaksi tinggi di saham ini. Laporan dari kabarbursa.com menunjukkan bahwa sepanjang pekan perdagangan 9–13 Februari 2026, saham BUMI mencatat net buy sebesar Rp854,7 miliar dan volume bersih mencapai puluhan juta lot, menandakan dinamika perdagangan yang aktif dan minat investor yang kembali bergairah.
Faktor Risiko dan Ketidakpastian Pasar
Di tengah rekomendasi positif, para analis juga mengingatkan bahwa pergerakan saham BUMI tetap dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti harga komoditas global, terutama batu bara, yang merupakan komoditas utama bagi perusahaan ini. Selain itu, volatilitas pasar dan dinamika ekonomi global dapat berkontribusi terhadap fluktuasi harga saham yang tajam. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan harga serta indikator teknikal sebelum mengambil keputusan investasi.
Selain itu, pergerakan saham BUMI masih perlu dicermati dalam hubungannya dengan kebijakan pasar modal global, termasuk perubahan dalam komponen indeks seperti MSCI yang dapat memengaruhi aliran dana asing ke saham-saham domestik. Situasi ini menuntut kewaspadaan investor dalam mengantisipasi perubahan arah tren pasar.
Prospek Jangka Pendek dan Kesimpulan
Secara garis besar, rekomendasi dari BRIDS menunjukkan potensi positif untuk saham BUMI dalam jangka pendek, terutama setelah breakout resistance yang berhasil dicapai. Target harga yang bersifat bertahap hingga Rp344 memberikan panduan bagi investor yang mempertimbangkan strategi entry dan exit. Namun, volatilitas pasar komoditas serta sentimen global tetap menjadi faktor yang harus diperhatikan.
Dengan momentum teknikal yang kuat serta aktivitas perdagangan yang meningkat, saham BUMI masih menarik untuk dicermati oleh investor yang mengincar peluang jangka pendek. Para analis menyarankan agar investor memanfaatkan tingkat support dan resistance teknikal sebagai panduan risiko serta menyesuaikan strategi sesuai dengan kondisi pasar terkini.