MBG

Program MBG Ramadan 2026 Terus Berlanjut, Begini Jadwal dan Menunya

Program MBG Ramadan 2026 Terus Berlanjut, Begini Jadwal dan Menunya
Program MBG Ramadan 2026 Terus Berlanjut, Begini Jadwal dan Menunya

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) akan tetap berjalan tanpa kendala selama bulan Ramadan hingga libur Lebaran Idul Fitri 2026. 

Dadan Hindayana, Kepala BGN, memastikan bahwa meskipun ada penyesuaian jadwal dan waktu distribusi terkait hari libur, pelayanan MBG tetap dilaksanakan sesuai dengan prinsip pemenuhan gizi seimbang, keamanan pangan, serta akuntabilitas yang tinggi.

Dadan menjelaskan bahwa program ini akan terus mengutamakan pemenuhan gizi bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia 6-59 bulan, dengan menjaga kualitas dan kelancaran distribusinya sepanjang Ramadan dan selama cuti bersama Idul Fitri. 

"Pelayanan MBG pada Ramadan dan libur serta cuti bersama Lebaran dan Tahun Baru Imlek tetap dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip pemenuhan gizi seimbang, keamanan pangan, ketertiban, serta akuntabilitas," ungkap Dadan.

Penyesuaian Jadwal Pendistribusian MBG Selama Ramadan

Selama bulan Ramadan, pendistribusian MBG akan disesuaikan dengan kondisi ibadah puasa. Di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang tidak menjalankan ibadah puasa, distribusi MBG akan tetap mengikuti jadwal normal seperti hari biasa. 

Di sisi lain, bagi wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang berpuasa, makanan bergizi akan diberikan dalam bentuk kemasan sehat agar tetap dapat dikonsumsi dengan mudah tanpa mengganggu ibadah puasa.

Namun, terdapat beberapa penyesuaian jadwal yang perlu diperhatikan, terutama selama periode libur dan cuti bersama. Pada libur Tahun Baru Imlek (16-17 Februari 2026) dan awal Ramadan (18-22 Februari 2026), distribusi MBG tidak dilaksanakan. 

Meskipun demikian, setelah periode tersebut berakhir, distribusi akan dilanjutkan pada 23 Februari 2026. Penyesuaian ini ditetapkan oleh BGN melalui Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 yang mengatur pelayanan MBG selama Ramadan, Idul Fitri, dan libur Tahun Baru Imlek.

"Penyesuaian pelayanan MBG pada periode hari libur dan cuti bersama dimaksud bersifat sementara dan tidak mengubah petunjuk teknis secara permanen. Setelah periode libur dimaksud berakhir, pelayanan MBG kembali mengikuti ketentuan operasional normal sesuai juknis yang berlaku," tegas Dadan.

Pendistribusian MBG Saat Libur Lebaran

Selain itu, untuk libur Lebaran 2026, ada penyesuaian tambahan. Pada 18-24 Maret 2026, tidak akan ada distribusi MBG untuk penerima manfaat, baik yang berstatus peserta didik maupun non-peserta didik. 

Sebagai penggantinya, distribusi dilakukan lebih awal, yaitu pada 17 Maret 2026. Pada hari tersebut, seluruh paket MBG yang seharusnya diterima pada 18 Maret 2026 hingga 20 Maret 2026 akan diberikan lebih awal dalam bentuk paket bundling kemasan sehat.

Paket bundling ini terdiri dari satu paket kemasan makanan sehat yang ditambah dengan tiga paket bundling untuk konsumsi selama tiga hari berturut-turut. Meskipun demikian, BGN menekankan agar makanan yang diterima dalam bentuk bundling ini hanya dapat bertahan maksimal selama tiga hari. 

Sebagai bagian dari program edukasi, SPPG (Satuan Penyelenggara Program Gizi) diwajibkan memberikan informasi kepada penerima manfaat mengenai cara penyimpanan dan konsumsi bertahap makanan dalam paket bundling.

Tujuan Penyesuaian Pendistribusian MBG

Pendistribusian MBG secara bundling bertujuan untuk memastikan agar penerima manfaat tetap mendapatkan makanan bergizi yang cukup selama libur Lebaran, ketika pendistribusian normal tidak dapat dilaksanakan. 

Konsep bundling ini juga mempermudah penerima manfaat dalam mengelola stok makanan mereka, tanpa harus menunggu distribusi harian. 

Dadan menjelaskan bahwa paket bundling ini akan memastikan pemenuhan gizi bagi mereka yang bergantung pada program ini, dengan ketentuan bahwa makanan tersebut hanya bisa dikonsumsi dalam kurun waktu yang terbatas.

"Saya harap para penerima manfaat dapat memanfaatkan paket bundling ini dengan bijak. Edukasi mengenai cara penyimpanan dan konsumsi bertahap akan disampaikan untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga," ujar Dadan, menekankan pentingnya pengelolaan makanan yang tepat untuk menjaga gizi penerima manfaat.

Kepastian Bagi Kelompok Rentan

Salah satu aspek yang paling ditekankan dalam program MBG adalah kepastian layanan bagi kelompok rentan. Ini termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang memiliki kebutuhan gizi yang sangat penting selama masa pertumbuhan. 

Untuk itu, distribusi makanan bergizi untuk mereka akan tetap dijalankan dengan penuh perhatian, tanpa ada perubahan yang signifikan, meskipun terdapat penyesuaian pada jadwal distribusi di beberapa wilayah.

"Kami memastikan bahwa kelompok rentan ini tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup selama Ramadan dan libur Lebaran. Program ini merupakan upaya pemerintah untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan," jelas Dadan. 

Pelayanan MBG diharapkan tidak hanya memberi bantuan dalam bentuk makanan, tetapi juga mendukung pencegahan malnutrisi di kalangan kelompok yang rentan tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index