Bank Indonesia Balikpapan Percepat UMKM Penyangga IKN Masuk Pasar Global

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:50:33 WIB
Bank Indonesia Balikpapan Percepat UMKM Penyangga IKN Masuk Pasar Global

JAKARTA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan mengambil langkah strategis untuk memperkuat kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), yakni Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser. Langkah ini dilakukan dalam konteks kesiapan UMKM menghadapi lonjakan permintaan konsumen dan persaingan pasar nasional hingga global di era pembangunan IKN.

Program intensif yang digelar sepanjang Februari 2026 ini bukan sekadar pelatihan biasa. BI Balikpapan menetapkan standar kurasi yang tegas untuk memilih produk benar-benar siap bersaing di pasar luas, termasuk mempertimbangkan identitas budaya dan kreativitas produksi yang berkelas.

Diplomasi Budaya Jadi Kunci Pengembangan Wastra

Pelatihan dan workshop subsektor wastra (fesyen) menjadi sorotan utama dalam rangkaian kegiatan BI Balikpapan pada awal Februari 2026. Acara ini diselenggarakan di Hotel Novotel Balikpapan pada tanggal 6 hingga 8 Februari dan diikuti oleh 18 pelaku UMKM serta 18 desainer muda, termasuk siswa SMK Tata Busana.

Fokus utama dari pelatihan wastra adalah mendorong pelaku UMKM menanamkan narasi kuat pada produk kain dan fesyen mereka. Tanpa narasi yang kokoh dan nilai kultural yang melekat, produk lokal berpotensi menjadi komoditas murah yang sulit bersaing. BI Balikpapan menekankan pentingnya integrasi unsur budaya lokal Kalimantan Timur dalam produk yang siap pakai dan layak dipasarkan secara nasional.

Para peserta tidak hanya diajarkan teknik menjahit semata, melainkan juga dibimbing untuk memahami storytelling produk — yakni alasan mengapa sebuah kain layak dihargai tinggi di pasar nasional maupun internasional. Hal ini menegaskan bahwa pengembangan produk UMKM harus membangun jati diri yang kuat agar mampu menembus pasar yang lebih besar.

Kepala KPwBI Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan bahwa kekuatan identitas dan kualitas unggul merupakan aspek penting jika UMKM ingin bersaing tidak hanya di wilayah lokal namun juga membawa produknya ke tingkat global. “Produk wastra lokal harus memiliki identitas kuat dan kualitas unggul. Ini bukan lagi soal bertahan di pasar lokal, melainkan bagaimana menembus pasar nasional hingga global dengan desain yang berkarakter,” ujar Robi.

Menata UMKM Makanan dan Minuman Olahan

Tidak hanya subsektor fesyen, BI Balikpapan juga memberikan perhatian khusus pada sektor makanan dan minuman (mamin) olahan. Pada 11–12 Februari 2026, sebanyak 47 pelaku usaha dari Balikpapan, PPU, dan Paser mengikuti pelatihan intensif seputar inovasi bahan alami, desain kemasan estetik, hingga kredibilitas merek.

Langkah ini dinilai penting karena pembangunan IKN diyakini akan membawa jutaan konsumen baru ke kawasan tersebut, yang pada gilirannya mendorong standar preferensi yang lebih tinggi dalam hal rasa, kualitas, dan presentasi produk. BI menilai bahwa jika UMKM lokal tidak mampu mengemas produknya secara modern dan menarik, peluang pasar besar tersebut akan habis diambil oleh produk pabrikan besar.

Workshop ini juga menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk mengenal Industrial Kreatif Syariah (IKRA), sebuah label yang menjamin kualitas dan prinsip bisnis berkelanjutan. Kehadiran narasumber dari industri nasional dimaksudkan untuk memberi gambaran jelas tentang standar pasar yang sesungguhnya, termasuk tuntutan kualitas dan strategi pengembangan merek yang berdaya saing.

Pendampingan Branding dan Strategi Ekspor

Lebih dari sekadar pelatihan, BI Balikpapan menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dalam aspek branding dan strategi ekspor. Hal ini bertujuan agar UMKM tidak hanya mampu memasarkan produknya di platform digital nasional, tetapi juga berani menempatkan produk mereka di rak toko internasional.

Melalui kurasi langsung di lokasi, UMKM dipaksa memahami kelemahan material serta perbedaan desain mereka secara real time. Ini membantu pelaku usaha mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki sehingga produknya lebih kompetitif. Pendekatan ini diharapkan mempercepat UMKM dalam menyiapkan portofolio produk yang layak diuji di pasar yang lebih luas.

Menuju Ekosistem UMKM Kompetitif di Era IKN

Program BI Balikpapan ini sejalan dengan kebutuhan kesiapan UMKM di kawasan penyangga IKN untuk naik kelas dalam menghadapi era baru ekonomi. Pembangunan IKN membuka peluang besar, namun kesiapan sumber daya lokal untuk memanfaatkan peluang itu merupakan tantangan tersendiri. Inilah mengapa bank sentral mengambil peran aktif dalam mentransformasikan UMKM agar tidak hanya menjadi pelaku ekonomi lokal, melainkan juga bisa berlaga di panggung nasional dan internasional.

Menurut Robi Ariadi, masa depan UMKM tidak lagi sekadar bertahan pada pasar tradisional, tetapi bagaimana mereka bisa mengambil peran aktif dalam rantai nilai global. Dengan pendekatan pelatihan intensif, kurasi produk, serta pendampingan strategi pasar, BI Balikpapan berharap dapat membentuk generasi pelaku UMKM yang siap bersaing dan tumbuh secara berkelanjutan.

Terkini