Daftar Harga Sembako Jatim Terbaru Rabu 18 Februari 2026

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:39:22 WIB
Daftar Harga Sembako Jatim Terbaru Rabu 18 Februari 2026

JAKARTA - Pergerakan harga kebutuhan pokok di Jawa Timur kembali menunjukkan tren kenaikan pada Selasa, 18 Februari 2026. 

Sejumlah komoditas penting seperti gas elpiji, bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, hingga minyak goreng kemasan premium tercatat mengalami peningkatan harga. Di tengah kondisi tersebut, belum terlihat adanya penurunan signifikan pada komoditas utama lainnya.

Fluktuasi harga sembako yang terjadi dari hari ke hari membuat masyarakat perlu lebih cermat dalam mengatur pengeluaran rumah tangga. Memantau perkembangan harga menjadi langkah penting agar belanja tetap terkontrol dan tidak membebani anggaran keluarga.

Kenaikan harga kali ini terpantau melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, yang merangkum harga rata-rata berbagai komoditas di sejumlah pasar daerah.

Daftar Harga Sembako Terbaru

Sembako merupakan singkatan dari sembilan bahan pokok, yakni kebutuhan dasar masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi dan rumah tangga sehari-hari. 

Sembilan komoditas tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.

Selain itu, cabai juga menjadi komoditas penting yang kerap memengaruhi pengeluaran dapur.

Berikut daftar harga sembako terbaru di Jawa Timur per 18 Februari 2026:

Beras Premium: Rp 14.929/kg
Beras Medium: Rp 12.960/kg
Gula kristal putih: Rp 16.622/kg
Minyak goreng curah: Rp 18.686/kg
Minyak goreng kemasan premium: Rp 20.552/liter
Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 17.510/liter
Minyak goreng Minyakita: Rp 16.272/liter
Daging sapi paha belakang: Rp 119.673/kg
Daging ayam ras: Rp 40.144/kg
Daging ayam kampung: Rp 71.362/kg
Telur ayam ras: Rp 29.939/kg
Telur ayam kampung: Rp 46.108/kg
Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.643 370 gr/kl
Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.554 370 gr/kl
Susu bubuk merek Bendera: Rp 42.083 400 gr/dos
Susu bubuk merek Indomilk: Rp 42.726 400 gr/dos
Garam bata: Rp 1.812
Garam halus: Rp 9.337/kg
Cabai merah keriting: Rp 35.859/kg
Cabai merah besar: Rp 32.926/kg
Cabai rawit merah: Rp 90.066/kg
Bawang merah: Rp 38.460/kg
Bawang putih: Rp 32.628/kg
Gas elpiji: Rp 20.054

Harga tersebut merupakan rata-rata di wilayah Jawa Timur dan dapat berbeda di tiap pasar.

Komoditas yang Mengalami Kenaikan

Berdasarkan data hari ini, sejumlah komoditas tercatat naik. Harga gas elpiji meningkat Rp 305 atau 1,54 persen. Bawang merah naik Rp 1.164 atau 3,12 persen, sedangkan bawang putih bertambah Rp 324 atau 1,00 persen.

Cabai merah besar mengalami kenaikan Rp 1.259 atau 3,98 persen. Garam bata naik Rp 46 atau 2,60 persen. Telur ayam ras meningkat Rp 333 atau 1,12 persen. Daging ayam kampung bertambah Rp 1.598 atau 2,29 persen. Minyak goreng kemasan premium naik Rp 224 atau 1,10 persen.

Kenaikan pada sejumlah komoditas ini memperlihatkan tekanan harga yang cukup merata, terutama pada bahan dapur yang paling sering digunakan masyarakat.

Faktor Perubahan Harga Sembako

Perubahan harga sembako dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari biaya produksi, kebijakan pemerintah, kurs, hingga cuaca.

Jika permintaan meningkat sementara penawaran tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih besar daripada permintaan, harga dapat turun.

Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim juga memengaruhi produksi pertanian. Kekurangan pasokan akibat cuaca buruk bisa menyebabkan harga naik.

Kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi pemerintah turut berpengaruh terhadap harga. Pembatasan impor atau perubahan kebijakan fiskal dapat memicu kenaikan harga.

Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja akan meningkatkan biaya produksi dan distribusi. Dampaknya, harga di tingkat konsumen ikut terdorong naik.

Fluktuasi nilai tukar mata uang juga menjadi faktor penting, terutama untuk komoditas yang bergantung pada impor. Depresiasi mata uang lokal membuat harga barang impor lebih mahal.

Inflasi yang tinggi turut mendorong kenaikan harga sembako karena biaya barang dan jasa meningkat secara umum. Kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat memperburuk situasi tersebut.

Masalah rantai distribusi seperti kemacetan, gangguan logistik, atau hambatan pengiriman dapat mengurangi pasokan di pasar. Ketika pasokan berkurang, harga cenderung naik.

Berbagai faktor tersebut membuat harga sembako sering berubah-ubah. Karena itu, pengawasan dan kebijakan yang tepat diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar.

Pentingnya Memantau Harga Harian

Memantau harga sembako setiap hari menjadi langkah penting bagi masyarakat. Informasi harga membantu dalam menyusun anggaran belanja agar pengeluaran tetap terkendali di tengah situasi harga yang fluktuatif.

Bagi pelaku usaha kecil seperti pedagang makanan, perubahan harga bahan baku sangat memengaruhi margin keuntungan. Kenaikan harga cabai, bawang, atau minyak goreng dapat berdampak langsung pada harga jual produk.

Selain itu, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan juga perlu terus mengawasi perkembangan harga untuk mengantisipasi lonjakan yang terlalu tajam.

Harga yang tercantum merupakan harga rata-rata di Jawa Timur dan bisa berbeda di setiap pasar, tergantung kondisi distribusi dan permintaan setempat.

Dengan dinamika yang terus berubah, masyarakat diimbau bijak dalam berbelanja serta menyesuaikan kebutuhan dengan kondisi pasar. Pemantauan rutin menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga di tengah tren kenaikan sejumlah komoditas.

Terkini